Minggu, 13 Januari 2013

MAKALAH IPA 1


MAKALAH
SISTEM PEREDARAN DARAH
PADA MANUSIA
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Alam
Dosen Pengampu : Setyo Eko Atmojo, M. Pd.









Disusun Oleh:
Arum Titis Harlin                              (11144600042)        
Anggun Hermiati Khasanah         (11144600043)
                                    Anjar Wijayanti                                 (11144600068)
                                    Suhartono                                         (11144600073)

KELAS : A2-11

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012



SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA
Dalam proses kehidupan organisme, diperlukan makanan dan O2 untuk melaksanakan metabolisme diseluruh tubuh.berbagai proses metabolisme menghasilkan sampah (sisa) yang harus dikeluarkan oleh tubuh. Peredaran materi, baik berupa bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti oksigen maupun hasil metabolisme dan sisa-sisanya dilakukan oleh sistem peredaran. Dalam sistem peredaran, hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut serta diedarkan ke seluruh jaringan tubuh, sedangkan sisa-sisa metabolisme diangkut dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan.
A. DARAH
Darah merupakan cairan jaringan tubuh. Darah manusia bewarna merah, antara  merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Darah manusia terdiri atas dua komponen, yaitu plasma darah (cairan darah) dan sel-sel darah. Seperti mamalia lainnya, fungsi utama darah pada manusia adalah sebagai berikut:
1. Mengangkut oksigen dan karbondioksida dari alat pernapasan ke jaringan-jaringan diseluruh tubuh.
2. Mengangkut sari-sari makanan keseluruh tubuh.
3. Mengangkut sisa-sisa metabolisme kealat ekskresi.
4. Mengedarkan hormon dari kelenjar hormone ketempat yang membutuhkan.
    a. Plasma darah
            Plasma darah berguna dalam pengaturan tekanan osmosis darah sehingga dengan sendirinya jumlahnya dalam tubuh akan diatur, misalnya dengan proses ekskresi. Plasma darah juga bertugas membawa sari-sari makanan, sisa metabolisme, hasil ekskresi, dan  beberapa gas. Pada manusia plasma darah berisi sekitar 92% air, protein, dan senyawa organic lainnya. Selain itu terdapat juga garam anorganik terutama NaCl. Protein yang larut dalam darah disebut protein darah, terdiri atas albumin, globulin, ddan fibrinogen. Molekul-molekul ini cukup besar sehingga tidk dapat menembus dinding kapiler. Plasma darah tanpa fibrinogen disebut serum, dalam serum terdapat antibodi.
Kandungan Plasma darah (55% dari darah)
Fungsi Utama
Air
Pelarut bagi zat-zat lain
Garam
  Natrium
  Kalium
  Kalsium
  Magnesium
  Klorida
  Bikarbonat
Penyeimbang tekanan osmosis, mempertahankan pH (buffer), meregulasi permeabilitas membran.
Protein Plasma
  Albumin
  Fibrinogen
  Imunoglobulin
Penyeimbang osmosis dan mempertahankan pH, pembekuan darah, pertahanan tubuh (antibodi).
    b. Sel-sel Darah
            Sel-sel darah adalah sel-sel yang hidup. Bagian utama sel-sel darah adalah sel darah merah. Sel darah putih berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh. Selain itu darah juga mengandung keeping darah atau trombosit yang berguna dalam proses pembekuan darah untuk penyembuhan luka. Jumlah sel-sel darah adalah 45% dari darah.
1. Sel Darah Merah
     Sel darah merah berwarna merah kekuningan. Warna merah itu berasal dari hemoglobin. Sel darah merah dapat mengikat oksigen karena adanya hemoglobin. Selain itu, sel darah merah dapat mengkatalisis reaksi antara CO2 dan air karena sel darah mengandung anhidrase karbonat dalam jumlah besar. Reaksi ini memungkinkan darah bereaksi dengan jumlah besar CO2 dan mengangkutnya dari jaringan paru-paru. Kadar hemoglobin dalam darah bervairasi tergantung jenis kelamin dan umur. Oleh karenanya sulit untuk menentukan nilai standarnya. Pada kondisi yang normal 100 ml darah lelaki dewasa kadar Hb nya 15-16 gr. Penentuan kadar Hb dapat dilakukan dengan mengukur banyaknya ml oksigen yang diikat oleh Hb (1,34 ml O2 dapat diikat oleh 1 gr Hb), atau secara kolorimetrik dengan membandingkan antara intensitas warna Hb dengan warna standar.
                        Faktor yang menentukan variasi jumlah sel darah merah adalah jenis kelamin, usia, dan juga ketinggian tempat orang tersebut hidup. Jumlah sel darah merah dapat berkurang, misalnya karena luka yang mengeluarkan banyak darah atau karena anemia.  Oksigen yang diperlukan oleh jaringan tubuh dibawa oleh darah dengan ikatan yang mudah lepas dalam bentuk oksigenhemoglobin (oksihemoglobin). Dalam waktu satu menit, 5 liter darah yang dipompakan oleh jantung dapt melepaskan kurang lebih 250 ml oksigen yang terikat oleh Hb dalam sel darah merah. Sebagian kecil oksigen juga diangkat oleh plasma darah. Dari jaringan tubuh, hemoglobin akan mengikat sebagian karbon dioksida dalam bentuk karbomino hemoglobin. Jumlah pelepasan oksigen dari Hb seperti nilai diatas terjadi saat orang dalam keadaan istirahat. Aktivitas seseorang akan bepengaruh pada peredaran darah sehingga jumlah oksigen yang dibebaskan dapat pula berubah.
Pembentukan Sel Darah Merah
                 Pada beberapa minggu pertama kehidupan embrio di dalam kandungan, sel-sel darah merah dihasilkan dalam kantong kuning telur. Beberapa bulan kemudian, pembentukan terjadi di hati, limpa, dan kelenjar limpa. Sesudah bayi lahir, sel darah merah dibentuk oleh sum-sum tulang. Akan tetapi, kira-kira diusia 20 th sum-sum bagian proksimal tulang panjang sudah tidak menghasilkan sel darah merah lagi. Sebagian besar sel darah merah dihasilkan dalam sum-sum tulang membranosa (seperti: vertebral, sternum, iga dan pelvis). Dengan meningkatnya usia, sum-sum tulang menjadi kurang produktiv. Sel yang dapat sel darah merah adalah hemositoblas atau sel induk mieloid yang mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel (pluripoten). Sel ini terdapat di sum-sum tulang dan akan membentuk berbagai sel darah putih, eritrosit, dan megakariosit (pembentukan keping darah). Eritrosit yang terbentuk akan keluar dan menembus membran memasuki kapiler darah (diapedesis). Hemositoblas juga membentuk sel plasma, limfosit b, limfosit c, monosit. Dan fagosit-fagosit lain. Dalam keadaan normal, sel darah merah berada rata-rata selama 20 hari. Saat sel menua, membrane sel rapuh dan pecah. Sel darah merah tua dimusnahkan di limpa(lien). Hemoglobin dicerna oleh sel-sel retikuloendotel dan zat besi dilepas kembali kedlam darah untuk diangkut kembali ke sum-sum tulang dan hati. Hemoglobin diubah menjadi pigmen empedu (bilirubin) dan disekresi oleh hati ke dalam empedu.

2. Sel Darah Putih
                    Terdapat enam jenis sel darah putih dalam darah, yaitu: neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, limfosit, dan sel plasma. Neutrofil, eosinofil, dan basofil memiliki granula-granula sehingga sering disebut granulosit. Sebagian sel-sel darah darah putih dibentuk dalam sumsum tulang (granulosit, monosit, dan limfosit) dan sebagian lagi di dalam jaringan limfa (limfosit dan sel-sel plasma). Orang dewasa memiliki kira-kira 7.000 sel darah putih per milliliter kubik darah, terdiri dari 62% neutrofil; 2,3% eosinofil; 0,4% basofil; 5,3% monosit, dan 30% limfosit. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk sel darah putih adalah vitamin dan asam amino. Sesudah dibentuk, sel-sel tersebut ditranspor ke berbagai bagian tubuh. Masa hidup sel-sel itu berbeda, granulosit sekitar 12 jam; monosit sulit diketahui (karena selalu mengembara), tetapi diperkirakan selama beberapa minggu atau bulan; limfosit dapat berumur 100-300 hari.
                         Secara umum, manfaat sel darah putih adalah untuk membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi, karena selain mampu bergerak ameboid sel darah putih juga bersifat fagositosis (memangsa). Sel-sel darah putih yang berfungsi melawan penyakit disebut antibodi. Contoh antibodi misalnya: limfosit yang mampu menyerang dan menghancurkan organism yang spesifik (bakteri, virus) dan toksin. Ada dua jenis limfosit, yaitu T limfosit dan B limfosit. Perbedaan antara keduanya adalah tempat pematangannya. B limfosit mengalami pematangan di sum-sum tulang, sedangkan T limfosit mengalami pematangan di timus. Neutrofil dan monosit juga berfungsi fagositosis. Satu neutrofil mampu memfagosit 5-20 bakteri. Monosit yang keluar dari sumsum tulang dan masuk ke darah merupakan sel imatur (belum masak), sesudah beberapa jam, monosit akan menjadi makrofag (sel raksasa) yang mampu mengfagosit 100 bakteri. Selain sel darah putih, sekelompok sel yang tersebar luas di seluruh jaringan dan membatasi beberapa pembuluh darah dan limfa juga membantu melindungi tubuh terhadap benda asing yang masuk. Sisem ini disebut sistem retikuloendotelial.

3. Keping-keping Darah Pembeku (trombosit)
                         Jumlah trombosit adalah 300.000 tiap milliliter kubik darah. Fungsi utamanya adalah sebagai sistem pertahanan, yaitu untuk mengaktifkan mekanisme pembekuan darah. Mekanisme pembekuan darah terjadi dalam 3 tingkat, sebagai berikut:
a. Jaringan yang luka atau keeping darah (trombosit) yang rusak akan menghasilkan tromboplastin (trombokinase) yang merupakan activator dari protrombin.
b.   Adanya trombokinase menyebabkan perubahan protombin menjadi enzim thrombin. Ion kalsium merupakan zat yang dianggap pemacu perubahan tersebut. Protrombin adalah suatu protein plasma yang terdapat dalam plasma dengan konsentrasi 15 mg/100 ml (dalam kondisi normal). Protrombin berupa senyawa  globulin dan selalu dibentuk di hati dengan bantuan vitamin K.
c.    Trombin bekerja sebagai enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin yang berupa benang-benang. Fibrinogen adalah protein yang terdapat dalam plasma dalam jumlah 100-700 mg/100ml. Sebagian besar fibrinogen dibentuk dalam hati. Dengan terbentuknya benang-benang fibrin yang bertautan mengakibatkan sel-sel darah merah dan plasma terjaring untuk membentuk bekuan itu sendiri.


Sistem Kekebalan Tubuh
                  Apabila protein asing yang tidak dikenal masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan berusaha mengeluarkan atau melawannya. Protein asing itu disebut antigen, yaitu penyebab timbulnya zat penolak yang disebut antibod (zat anti). Setiap antibodi dibentuk khusus untuk mengahadapi protein asing yang umumnya berbentuk kuman-kuman penyakit. Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen disebut presipitin, antibodi yng dapat menguraikan antigen disebut lisin, dan antibodi yang dapat menawarkan racun disebut antitoksin. Orang yang tidak memiliki sistem kekebalan, sepanjang hidupnya harus diisolasi untuk menghindari infeksi. Keadaan sistem pertahanan tubuh yang sangat peka terhadap antigen lingkungan tertentu disebut alergi. Reaksi alergi dapat disebabkan antara lain oleh bulu binatang, serbuk sari, atau debu. Antibodi yang terlibat dalam reaksi alergi adalah dari kelas IgE (imunoglobulin E). Jika ada zat penyebab alergi masuk ke dalam tubuh, maka IgE akan merangsang makrofag untuk melepaskan histamin dan penyebab peradangan lain.
                  Pada tahun 1981, para ahli kesehatan di AS menemukan penyakit kerusakan sistem kekebalan atau AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrome). Kemudian pada tahun 1983, ahli virus di AS dan Perancis berhasil mengidentifikasikan penyebab penyakit AIDS. Virus ini disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus HIV ini menginfeksi sel T limfosit, padahal sel T limfosit inilah yang menghasilkan sistem kekebalan tubuh. Sel T limfosit yang terinfeksi dapat membentuk virus baru dalam jangka waktu yang lama atau dapat juga virus HIV mengeram selama bertahun-tahun sebagai provirus yang berbaur dalam genom sel yang diinfeksi. Provirus ini selalu  menyerang sistem kekebalan. Biasanya, penderita AIDS akan segera mati jika terjadi bermacam-macam infeksi dalam tubuhnya akibat tidak berfungsinya sistem kekebalan.
                  Kekebalan yang didapat setelah seseorang mengalami sakit disebut kekebalan aktif yang alami. Kekebalan aktif dapat juga terbentuk
B. GOLONGAN DARAH
Golongan darah dapat digolongkan menjadi golongan darah A, B, AB,
dan O (nol). Orang yang memberikan darah disebut donor.Orang yang
menerima darah disebut resipien. Darah dapat menggumpal karena
adanya aglutinogen dan aglutinin.
1.   Golongan darah A mengandung zat Aglutinogen A dan aglutinin b
2.   Golongan darah B mengandung zat Aglutinogen B dan aglutinin a
3.  Golongan darah AB mengandung zat Aglutinogen A dan  B, dan tidak memiliki aglutinin
4.  Golongan darah O tidak mengandung zat Aglutinogen A dan B, tetapi memiliki aglutinin a dan b
C. PEMBULUH DARAH
     Pembuluh darah dibedakan menjadi 2 yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).  Arteri dan vena dihubungkan oleh pembuluh kapiler. Tekanan darah merupakan tanda kekuatan jantung memompa darah dan tanda kesehatan seseorang.
1. Pembuluh Nadi (Arteri)
Arteri adalah pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung.
Arteri mengalirkan darah yang mengandung banyak oksigen. Arteri
terletak agak ke dalam tersembunyi dari permukaan tubuh. Ateri
memiliki dinding pembuluh yang kuat dan elastis.Pembuluh nadi
yang dilewati darah ada dua:
1.  Arteri yang keluar dari bilik kiri jantung disebut aorta. Aorta mengalirkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Aorta memiliki satu katup dekat jantung yang berfungsi menjaga agar darah tidak mengalir kembali ke jantung.
2. Arteri yang keluar dari bilik kanan menuju ke paru-  paru disebut arteri pulmonalis.  Arteri pulmonalis membawa darah yang kaya CO2. Karbondioksida dilepaskan oleh darah di paru-paru, dan oksigen ditangkap oleh Hb. Darah yang telah memperoleh oksigen akan dialirkan menuju  jantung melalui vena pulmonalis.
2. Pembuluh Balik (Vena)
Vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju ke jantung.
Vena terletak di dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan.
Vena memiliki dinding pembuluh yang tipis dan tidak elastis.
Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluh yang
berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah menuju jantung. Dari
seluruh tubuh, semua vena bermuara menjadi satu pembuluh darah
besar yang disebut vena kava.
1. Vena kava superior vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari bagian atas tubuh keserambi kanan jantung.
2. Vena Kava inferior vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari bagian bawah tubuh keserambi kanan jantung.
3. Vena pulmonalis vena ini membawa darah yang mengandung O2 dari paru-paru keserambi kiri jantung.
3. Pembuluh Kapiler
Pembuluh kapiler hanya tersusun atas satu lapis sel endotelium yang sangat tipis dan berfungsi untuk pertukaran zat. Jumlah pembuluh kapiler sangat banyak dan jumlah luas permukaannya mencapai 600 m2. Pembuluh kapiler berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh dan jaringan untuk menyalurkan oksigen dan zat-zat makanan. Selanjutnya karbondioksida, air dan sisa-sisa pembakaran diambil,
untuk diangkut ke paru-paru dan alat pengeluaran lainnya


D. MACAM-MACAM PEREDARAN DARAH
1.  Peredaran darah kecil adalah peredaran darah yang dimulai dari jantung menuju    ke jantung kemudian kembali ke jantung
2. Peredaran darah besar ialah peredaran darah dari bilik kiri jantung keseluruh tubuh, kemudian kembali keserambi kanan jantung

E. PEREDARAN GETAH BENING
Pembuluh lymphe disebut juga pembuluh getah bening. Peredaran
getah bening merupakan peredaran terbuka, yaitu dimulai dari dalam
jaringan dan berakhir pada pembuluh balik bawah selangka. Sistem
pembuluh lymphe dada kiri (duktus toraksitus), mengalirkan cairan
lymphe dari bagian tubuh sebelah bawah, dan bagian tubuh atas
sebelah kiri ke pembul vena bawah selangka kiri. Sistem pembuluh
lymphe dada kanan (duktus limfatikus dexter) mengalirkan cairan
lymphe dari kepala, leher, dada, paru-paru jantung, dan lengan kanan
ke vena bawah selangka kanan. Beberapa kelenjar lymphe tersebut
adalah:
1. kelenjar-kelenjar lymphe di lipatan siku, ketiak, lutut, paha, dan leher;  
2. kelenjar lymphe di selaput lendir usus;
3. kelenjar folikel di pangkal lidah; tonsil dan amandel;

F. JANTUNG
Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Jantung berukuran
Satu kepalan tangan, dan berongga. Rongga jantung manusia  terbagi
menjadi 4 bagian, yaitu serambi kanan, serambi kiri,  bilik kanan dan
bilik kiri. Jantung diselubungi oleh selaput ganda yang disebut
perikardium. Dinding rongga jantung tersusun atas otot jantung. Otot
jantung berkontraksi dengan cara mengembang dan mengempis.
Kecepatan denyut jantung tiap orang berbeda tergantung kondisi
setiap orang, misalnya usia, berat badan, jenis kelamin, kesehatan, dan
aktivitas seseorang. Tekanan darah pada saat bilik jantung
mengembang disebut tekanan diastol. Tekanan darah pada saat bilik
jantung mengempis disebut tekanan sistol. Tekanan darah dapat diukur
dengan tensi meter (sphigmomanometer).Tekanan darah orang
dewasa normal 120/80 mmHg (milimeter air raksa). Nilai 120
menunjukkan tekanan sistol sedangkan 80 menunjukkan tekanan
diastol.

G. KELAINAN DNA GANGGUAN SISTEM PEREDARAH DARAH
1.  Hemofili, merupakan jenis penyakit keturunan yang ditandai dengan sukarnya darah membeku.
2.  Anemia, penyakit kekurangan sel darah merah atau kekurangan Hb. Hal ini diakibatkan karena kurangnya Fe dalam Hb, atau sel darah merahnya dimakan oleh kuman pemakan sel darah seperti malaria dan cacing tambang.
3.  Erythroblastosis faetalis (penyakit kuning pada bayi), disebabkan oleh kerusakan  sel-sel darah yang berasal dari aglutinin ibunya, terjadi karena adanya perbedaan rhesus.
4.  Leukimia atau kanker darah, diakibatkan oleh tidak terkendalinya pembentukan sel darah putih, yang disebabkan oleh adanya mutasi sel darah tersebut.
5.  Trombus, merupakan jenis penyakit jantung yang disebabkan tersumbatnya nadi tajuk, oleh gumpalan atau bekuan darah.
6.  Sklerosis, pengerasan pembuluh darah, berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi:
a)    Atero sklerosis, penyebabnya endapan lemak pada dinding pembuluh darah
b) Aterio sklerosis, penyebabnya endapan zat kapur pada dinding pembuluh darah.
Sklerosis ini dapat berpengaruh pada kenaikan tekanan darah.
7.  Varises, pelebaran pembuluh balik. Di daerah anus disebut wasir atau ambeien/hemoroid, di daerah kaki disebut varises.
8.  Wasir(hemeroid) ialah membesarnnya vena yang terdapat sekitar lubang anus.penyebabnnya adalah karena aliran darah di vena tersebut tidak lancar,misalnnya karena terlalu banyak duduk,kurang gerak,atau karena terlalu kuat mengejan.
9. Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
10. Embolus, tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.






DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri, Istamar dkk. 2005. Sains Biologi SMP Kelas VIII. Malang: Erlangga

Pratiwi D.A. dkk. 2005. Biologi SMA Kelas XI. Malang: Erlangga

Kurniawati, Wahyu, S. Si. 2008. IPA1.Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta